Rancang Bangun Peta Topografi - Tematik


A. Pengantar

Pernahkah kalian menyadari betapa luas dan kayanya Indonesia, anak-anak? Dari Sabang hingga Merauke, kita memiliki gunung, lembah, dataran rendah, sungai, hutan, tambang, dan lautan yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Namun, bagaimana kita dapat memahami potensi sumber daya alam setiap pulau dan bentuk muka buminya? Membuat peta topografi adalah salah satu caranya.

Gambar 1. Lembah Baliem

Sumber: beritasatu.com

Kita tidak hanya akan mempelajari peta, tetapi kita juga akan mencoba menjadi "perancang peta". Kalian akan menggunakan metode grid untuk memperbesar peta Indonesia dari atlas dan kemudian membuatnya dalam bentuk tiga dimensi dengan menggunakan sterofoam. Setelah itu, kami akan berfokus pada tema dengan menampilkan lokasi pertanian, pertambangan, industri, dan sumber daya alam yang berkelanjutan di setiap pulau besar Indonesia.

Tujuan kita bukan sekadar membuat karya seni; kita juga ingin mengajarkan Anda membaca peta, memahami skala, berhati-hati, dan menganalisis bagaimana potensi Indonesia dapat dikelola secara berkelanjutan. Kegiatan ini akan membantu Anda lebih memahami geografi Indonesia dan mengajarkan Anda bekerja sama, kreatif, dan bertanggung jawab atas proyek bersama. Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sebagai berikut:

1. Memahami konsep dasar peta

  • Menjelaskan pengertian peta topografi dan peta tematik.
  • Mengidentifikasi unsur-unsur peta (judul, skala, simbol, legenda, dll.).

2. Mengaplikasikan teknik perbesaran peta dengan grid

  • Membuat grid pada atlas dan memindahkannya secara proporsional ke media karton.
  • Menyalin bentuk pulau Indonesia sesuai dengan skala perbesaran.

3. Membangun representasi topografi dengan bahan sederhana

  • Menggunakan sterofoam untuk membuat relief bentuk muka bumi (gunung, dataran tinggi, pantai).
  • Mewarnai peta sesuai standar warna topografi.

4. Menganalisis potensi tematik berkelanjutan di Indonesia

  • Menentukan lokasi pertanian berkelanjutan, pertambangan berkelanjutan, industri berkelanjutan, dan sumber daya alam di setiap pulau besar di Indonesia.
  • Menyajikan simbol/ikon yang sesuai dengan tema pada peta.

5. Menyajikan hasil karya peta topografi tematik

  • Melengkapi peta dengan legenda, label, dan judul.
  • Menampilkan karya dengan rapi, kreatif, dan komunikatif.

6. Menumbuhkan sikap ilmiah dan kolaboratif

  • Bekerja sama dalam kelompok dengan membagi peran (menggambar, memotong, mewarnai, memberi simbol).
  • Menunjukkan sikap teliti, tekun, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek.

B. Rancang Bangun Peta Topografi

1. Alat dan Bahan

  • Alas dasar: 1 buah triplek dengan ketebalan 2 mm yang dilapisi karton tebal ukuran A1 (60 x 84 cm).
  • Karton Manila sebanyak 3 buah
  • Sterofoam sebanyak 4 buah: digunakan untuk membuat bentuk relief topografi (gunung, dataran tinggi, lembah, dll.).
  • Atlas Indonesia/ Peta Pulau-Pulau: sebagai sumber skala dan peta dasar (pulau dari masing-masing kelompok)
  • Penggaris 50 cm, pensil, dan spidol warna.
  • Gunting/cutter; pemotong sterofoam.
  • Lem tembak atau lem putih untuk merekatkan sterofoam.
  • Cat akrilik (warna hijau, coklat, biru, kuning, dll.) untuk mewarnai relief.
  • Kertas warna/ikon/gambar kecil sebagai simbol tematik.
  • Label atau kertas karton kecil untuk menuliskan keterangan.

C. Langkah Kerja

1. Menentukan Peta Dasar dan  Skala

  • Pilih peta pulau Indonesia sesuai instruksi pak Latif dari atlas.
  • Fotokopi peta pulau yang diinginkan
  • Perbesar peta masing-masing pulau dengan teknik grid dari atlas sesuai ukuran karton (buat perbesaran sebanyak 4 x)

2. Membuat grid (kotak-kotak) pada salinan peta. 

  • Gunakan penggaris untuk membuat kotak-kotak dengan ukuran tertentu (misalnya 2 cm × 2 cm) 
  • Pastikan seluruh peta tertutup oleh kotak grid. 

3. Membuat grid (kotak-kotak) pada alas/media karton yang disediakan.

  • Buat kotak dengan ukuran proporsional lebih besar. Contoh: jika di atlas 1 kotak = 2 cm, maka di karton bisa diperbesar 4 x menjadi 8 cm atau 8 cm per kotak.
  • Jumlah kotak di karton harus sama banyaknya dengan jumlah kotak di atlas, hanya ukurannya lebih besar.

4. Memindahkan gambar dengan proyeksi perkotak

  • Salin isi setiap kotak dari peta ke kotak yang sesuai di karton.
  • Fokus hanya pada isi tiap kotak: bentuk garis pantai, pulau, gunung, sungai, dll.
  • Dengan cara ini, bentuk pulau tidak akan terdistorsi karena mengikuti skala.

5. Menyusun hasil

  • Setelah semua kotak selesai dipindahkan, sambungkan garis-garis untuk membentuk peta Indonesia yang lengkap.
  • Hapus garis grid agar peta bersih, lalu lanjutkan ke tahap topografi (sterofom, pewarnaan, dan tema).
  • Ulangi tahapan tersebut hingga membentuk 3 lapisan sterofoam berdasarkan ketinggian yang diinginkan untuk membuat kontur/ relief topografi.

6. Membuat Topografi dari Sterofoam

  • Potong sterofoam sesuai kontur pulau.
  • Susun bertingkat untuk membentuk relief (gunung, dataran tinggi, lembah, pantai).
  • Rekatkan sterofoam pada karton dasar sesuai posisi pulau.

7. Pewarnaan Topografi

  • Gunakan warna gradasi: hijau (dataran rendah), coklat (pegunungan), biru (laut), kuning (dataran tinggi).
  • Sesuaikan warna dengan standar peta topografi.

8. Menambahkan Unsur Tematik

  • Pertanian Berkelanjutan → simbol padi, jagung, sawah (ditempatkan di Jawa, Bali, Sumatra).
  • Pertambangan Berkelanjutan → simbol tambang (batubara di Kalimantan, emas di Papua, nikel di Sulawesi).
  • Industri Berkelanjutan → ikon pabrik ramah lingkungan (Jawa Barat, Jawa Timur, Batam).
  • Sumber Daya Alam → ikon hutan, laut, energi terbarukan (Kalimantan: hutan tropis, Maluku: laut, Papua: hutan dan mineral).

9. Pemasangan Label dan Legenda di dalam Inset

  • Buat legenda di pojok peta berisi simbol tematik dan keterangannya.
  • Tambahkan label nama pulau, provinsi penting, dan titik lokasi sumber daya.

10. Finishing

  • Pastikan semua pulau menempel kuat pada alas karton.
  • Rapikan pewarnaan dan periksa kembali simbol tematik.
  • Tambahkan judul peta: “Peta Topografi Tematik Indonesia: Pertanian, Pertambangan, Industri, dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan”.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi masukan kepada kami!