|
Menjelaskan makna lingkungan sebagai
habitat hidup berkelanjutan. |
1 |
|
Mengidentifikasi contoh perilaku yang
mendukung keberlanjutan lingkungan (energi terbarukan). |
2 |
|
Menjelaskan fungsi ekosistem mangrove
sebagai penyangga kehidupan pesisir. |
3 |
|
Menyebutkan prinsip utama pembangunan berkelanjutan (lingkungan,
sosial, ekonomi) |
4 |
|
Menganalisis dampak pencemaran plastik
terhadap ekosistem dan rantai makanan. |
5 |
|
Mengidentifikasi pengaruh perubahan
iklim global terhadap kerusakan habitat laut. |
6 |
|
Menyimpulkan peran hutan kota dalam
mendukung habitat berkelanjutan di wilayah perkotaan. |
7 |
|
Menjelaskan manfaat pengelolaan DAS
terpadu dalam menjaga keseimbangan ekosistem. |
8 |
|
Menganalisis hubungan degradasi
lingkungan dengan krisis pangan dan air bersih berdasarkan laporan United
Nations. |
9 |
|
Mengevaluasi pendekatan pengelolaan
lingkungan berbasis pencegahan dan konservasi untuk menjaga keberlanjutan
habitat. |
10 |
|
Menjelaskan pengertian penduduk
sebagai potensi penggerak pembangunan. |
11 |
|
Mengidentifikasi indikator kualitas
SDM dan membedakannya dari faktor nonkependudukan. |
12 |
|
Menentukan rentang usia produktif
dalam struktur penduduk. |
13 |
|
Menganalisis syarat agar bonus
demografi menjadi keuntungan pembangunan (pendidikan dan lapangan kerja
memadai). |
14 |
|
Menjelaskan konsep bonus demografi
dalam struktur penduduk. |
15 |
|
Menganalisis peluang bonus demografi
terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. |
16 |
|
Menyebutkan komponen utama Indeks
Pembangunan Manusia (pendidikan, kesehatan, pendapatan). |
17 |
|
Menganalisis pengaruh pendidikan dan
penguasaan teknologi terhadap kualitas SDM di era ekonomi digital. |
18 |
|
Mengevaluasi hubungan kualitas SDM
dengan daya saing dan keberlanjutan pembangunan berdasarkan laporan UNDP. |
19 |
|
Menentukan kebijakan yang tepat untuk
mengurangi kesenjangan kualitas SDM antarwilayah (pemerataan akses pendidikan
dan kesehatan). |
20 |
|
Mengidentifikasi indikator utama IPM
(kesehatan, pendidikan, standar hidup layak). |
21 |
|
Menentukan aspek kualitas penduduk
berdasarkan indikator angka harapan hidup (kesehatan). |
22 |
|
Menganalisis pengaruh tingkat
pendidikan terhadap daya saing tenaga kerja. |
23 |
|
Mengevaluasi syarat keberhasilan bonus
demografi dalam meningkatkan kualitas penduduk (ketersediaan lapangan kerja). |
24 |
|
Menganalisis hubungan antara tingkat
kemiskinan dan kualitas penduduk (akses pendidikan dan kesehatan). |
25 |
|
Menjelaskan dampak jangka panjang
stunting terhadap produktivitas tenaga kerja. |
26 |
|
Menganalisis dampak urbanisasi tidak
terencana terhadap kualitas penduduk (permukiman kumuh dan pengangguran). |
27 |
|
Mengevaluasi dampak kesenjangan
pendidikan antarwilayah terhadap ketimpangan kualitas SDM. |
28 |
|
Menganalisis pengaruh perubahan iklim
dan bencana terhadap akses pendidikan dan layanan kesehatan. |
29 |
|
Mengevaluasi dampak ketidaksesuaian
sistem pendidikan dengan kebutuhan industri terhadap kualitas tenaga kerja
(mismatch keterampilan). |
30 |
|
Mengidentifikasi jenis mobilitas
nonpermanen (sirkulasi) berdasarkan fenomena mudik. |
31 |
|
Menjelaskan pengertian urbanisasi
sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota. |
32 |
|
Mengklasifikasikan kesempatan kerja
sebagai faktor penarik (pull factor) migrasi. |
33 |
|
Menjelaskan karakteristik transmigrasi
sebagai perpindahan penduduk yang terencana oleh pemerintah. |
34 |
|
Mengidentifikasi emigrasi sebagai
perpindahan penduduk ke luar negeri. |
35 |
|
Menganalisis faktor lingkungan
(bencana alam) sebagai penyebab mobilitas penduduk. |
36 |
|
Mengevaluasi dampak masuknya pengungsi
terhadap kepadatan penduduk wilayah tujuan. |
37 |
|
Mengidentifikasi mobilitas komuter
sebagai perpindahan sementara dan berulang. |
38 |
|
Menganalisis dampak brain drain
terhadap kualitas sumber daya manusia negara asal. |
39 |
|
Mengevaluasi dampak sosial migrasi
besar akibat relokasi ibu kota jika tidak diimbangi kesiapan infrastruktur
dan lapangan kerja. |
40 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberi masukan kepada kami!