Kisi-Kisi AAS Geografi XII


 

Mengidentifikasi organisasi kerja sama regional di Asia Tenggara berdasarkan ilustrasi (ASEAN).

1

Menentukan bentuk perjanjian perdagangan bebas kawasan Asia-Pasifik (RCEP).

2

Mengidentifikasi lembaga internasional yang berperan dalam kerja sama kesehatan global (WHO).

3

Mengenali forum internasional terkait perubahan iklim (COP26).

4

Mengklasifikasikan bidang kerja sama internasional berdasarkan contoh konkret (ekonomi dan infrastruktur).

5

Menganalisis bentuk kerja sama yang tepat untuk mengatasi krisis pangan global (multilateral).

6

Menjelaskan karakteristik kerja sama dalam forum ekonomi global (G20).

7

Menganalisis dampak geografis perang dagang terhadap pola perdagangan global.

8

Mengevaluasi implikasi prinsip common but differentiated responsibilities dalam kerja sama perubahan iklim (IPCC).

9

Menganalisis faktor geopolitik yang memengaruhi terbentuknya aliansi strategis seperti AUKUS.

10

Menganalisis keuntungan geopolitik letak strategis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra.

11

Mengidentifikasi fokus kebijakan Poros Maritim Dunia dalam penguatan konektivitas laut dan ekonomi kelautan.

12

Menentukan organisasi regional yang diikuti Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan (ASEAN).

13

Menjelaskan fungsi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur pelayaran internasional.

14

Mengklasifikasikan bentuk kerja sama internasional Indonesia dalam bidang ekonomi dan investasi (proyek infrastruktur).

15

Menganalisis arti strategis Selat Malaka dalam perdagangan dan distribusi energi global.

16

Mengevaluasi peran Indonesia dalam forum G20 sebagai jembatan negara maju dan berkembang.

17

Menganalisis pentingnya stabilitas Laut Cina Selatan bagi keamanan jalur laut dan investasi Indonesia.

18

Menganalisis posisi geografis Indonesia dalam diplomasi perubahan iklim global (COP28).

19

Mengevaluasi implikasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menjaga keseimbangan kekuatan Indo-Pasifik.

20

Mengidentifikasi organisasi kawasan Asia Tenggara yang didirikan tahun 1967 dan diikuti Indonesia (ASEAN).

21

Menentukan organisasi internasional yang menaungi misi perdamaian Pasukan Garuda (PBB/United Nations).

22

Mengidentifikasi forum ekonomi global yang diselenggarakan Indonesia tahun 2022 (G20).

23

Mengklasifikasikan kerja sama Indonesia–Jepang dalam bidang ekonomi dan infrastruktur.

24

Menjelaskan tujuan kerja sama perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara (AFTA).

25

Menganalisis bentuk kerja sama multilateral bidang kesehatan melalui program COVAX yang diprakarsai WHO.

26

Mengevaluasi peran Indonesia dalam presidensi G20 dari perspektif geografi ekonomi.

27

Menganalisis tujuan diplomasi maritim Indonesia dalam menjaga stabilitas Laut Cina Selatan melalui ASEAN.

28

Mengevaluasi posisi geografis Indonesia dalam diplomasi perubahan iklim global berdasarkan laporan IPCC dan forum COP28.

29

Menganalisis implikasi politik luar negeri bebas aktif dalam menjaga keseimbangan geopolitik Indo-Pasifik.

30

Menganalisis dampak kerja sama maritim regional terhadap ketahanan ekonomi dan pertahanan laut Indonesia.

31

Mengevaluasi kerja sama perubahan iklim global (IPCC dan COP28) dalam memperkuat ketahanan lingkungan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

32

Menganalisis dampak kerja sama perdagangan dan diversifikasi impor pangan terhadap ketahanan pangan nasional berdasarkan laporan FAO.

33

Mengevaluasi fungsi kerja sama pertahanan regional dan prinsip bebas aktif dalam menjaga keseimbangan kekuatan kawasan Indo-Pasifik.

34

Menganalisis kontribusi kerja sama energi internasional (G20) terhadap ketahanan energi nasional guna menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.

35

 

 

Menganalisis dampak kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam proyek infrastruktur strategis terhadap konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, kedaulatan ekonomi, dan posisi tawar geopolitik Indonesia (konsep interdependensi dan ketahanan nasional).

1

Mengevaluasi peran Indonesia dalam kerja sama keamanan maritim melalui ASEAN serta pengaruh stabilitas Laut Cina Selatan terhadap ketahanan ekonomi, politik, dan pertahanan nasional.

2

Menganalisis kontribusi Indonesia dalam forum G20 terhadap stabilisasi pangan global dan implikasinya bagi ketahanan pangan nasional serta stabilitas sosial.

3

Mengevaluasi kerja sama internasional bidang perubahan iklim (IPCC dan COP28) dalam memperkuat ketahanan lingkungan nasional serta mengidentifikasi tantangan geopolitik dalam negosiasi iklim global.

4

Menganalisis implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam dinamika Indo-Pasifik untuk menjaga keseimbangan kekuatan regional dan ketahanan wilayah tanpa bergabung dalam aliansi militer formal.

5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi masukan kepada kami!