PJJ Geografi - Kualitas Kependudukan


A. Pendahuluan

Penduduk merupakan unsur penting dalam pembangunan suatu wilayah. Tidak hanya jumlah penduduk yang berpengaruh terhadap pembangunan, tetapi juga kualitas penduduk. Kualitas kependudukan yang baik akan mendorong pembangunan berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan.



B. Pengertian Kualitas Kependudukan

Kualitas kependudukan adalah tingkat kemampuan penduduk dalam mendukung pembangunan yang dilihat dari aspek fisik, pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Penduduk yang berkualitas umumnya memiliki:

  • Kesehatan yang baik
  • Tingkat pendidikan yang memadai
  • Pendapatan yang layak
  • Kesadaran sosial dan lingkungan yang tinggi


C. Indikator Kualitas Kependudukan

1. Tingkat Pendidikan

Pendidikan memengaruhi kemampuan penduduk dalam berpikir, bekerja, dan berinovasi.

Indikator pendidikan antara lain:

  • Angka Melek Huruf (AMH)
  • Rata-rata Lama Sekolah
  • Angka Partisipasi Sekolah

Dampak pendidikan terhadap lingkungan:

  • Penduduk berpendidikan cenderung lebih peduli lingkungan
  • Mampu mengelola sumber daya alam secara bijak


Harapan Lama Sekolah (HLS): 13,30 tahun

Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 9,07 tahun
Keduanya meningkat dari tahun sebelumnya, menandakan akses dan kualitas pendidikan terus meningkat.

📘 Pada tahun 2025, tingkat melek huruf Indonesia mencapai sekitar 96,67%, artinya mayoritas penduduk berusia di atas 15 tahun dapat membaca dan menulis.
 

2. Tingkat Kesehatan

Kesehatan penduduk menentukan produktivitas kerja dan kualitas hidup.

Indikator kesehatan:

  • Angka Harapan Hidup
  • Angka Kematian Bayi
  • Ketersediaan fasilitas kesehatan

Hubungan kesehatan dan lingkungan:

  • Lingkungan bersih meningkatkan kesehatan
  • Lingkungan tercemar menurunkan kualitas kesehatan penduduk

📅 Umur harapan hidup saat lahir mencapai 74,47 tahun, naik 0,32 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kondisi kesehatan penduduk makin membaik.

3. Tingkat Pendapatan

Pendapatan mencerminkan kemampuan ekonomi penduduk.

Indikator pendapatan:

  • Pendapatan per kapita
  • Tingkat kemiskinan
  • Jenis mata pencaharian

Dampak pendapatan terhadap lingkungan:

  • Pendapatan rendah → eksploitasi lingkungan berlebihan
  • Pendapatan tinggi → peluang pengelolaan lingkungan lebih baik

💰 Pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) mencapai sekitar Rp 12.802.000, meningkat dari tahun sebelumnya, menunjukkan pendapatan riil masyarakat naik.

4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

IPM merupakan indikator gabungan untuk mengukur kualitas penduduk.

Komponen IPM:

  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
  3. Standar hidup layak

IPM digunakan untuk:

  • Membandingkan kualitas penduduk antarwilayah
  • Menentukan kebijakan pembangunan

📍 Nilai IPM Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat dibanding tahun sebelumnya (75,02). Ini termasuk kategori tinggi yang menunjukkan kemajuan kualitas hidup penduduk secara keseluruhan.2. Umur Harapan Hidup (Life Expectancy at Birth)



D. Permasalahan Kualitas Kependudukan di Indonesia

Beberapa permasalahan yang masih dihadapi:

  • Pendidikan belum merata
  • Akses kesehatan terbatas di daerah terpencil
  • Tingginya angka kemiskinan
  • Kepadatan penduduk di wilayah tertentu

Dampaknya terhadap lingkungan:

  • Permukiman kumuh
  • Pencemaran lingkungan
  • Kerusakan sumber daya alam


E. Upaya Peningkatan Kualitas Kependudukan

Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemerataan pendidikan
  • Peningkatan layanan kesehatan
  • Penyediaan lapangan kerja
  • Edukasi kependudukan dan lingkungan

Peran masyarakat:

  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menggunakan sumber daya alam secara bijak
  • Berpartisipasi dalam pembangunan


F. Studi Kasus: Kualitas Penduduk dan Lingkungan

1. Studi Kasus di Wilayah Perkotaan (Kota Besar)

Contoh: Kawasan Permukiman Padat di Jakarta

Jakarta memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dengan tingkat kepadatan tinggi. Tidak semua penduduk memiliki kualitas hidup yang sama.

Ciri kondisi penduduk:

  • Pendidikan dan pendapatan penduduk sangat beragam
  • Banyak penduduk bekerja di sektor informal
  • Urbanisasi tinggi

Dampak terhadap lingkungan:

  • Munculnya permukiman kumuh di bantaran sungai
  • Pencemaran air dan udara
  • Berkurangnya ruang terbuka hijau

Analisis:
Penduduk dengan pendidikan dan pendapatan rendah cenderung tinggal di lingkungan yang kurang layak. Rendahnya kesadaran lingkungan menyebabkan masalah pencemaran dan banjir.


2. Studi Kasus di Wilayah Pedesaan (Desa)

Contoh: Desa Pertanian di Daerah Pegunungan

Di beberapa desa, jumlah penduduk tidak terlalu padat, tetapi kualitas penduduk masih tergolong rendah.

Ciri kondisi penduduk:

  • Tingkat pendidikan relatif rendah
  • Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional
  • Akses kesehatan terbatas

Dampak terhadap lingkungan:

  • Pembukaan lahan pertanian tanpa perencanaan
  • Erosi dan longsor akibat penebangan hutan
  • Penggunaan pupuk kimia berlebihan

Analisis:
Rendahnya pendidikan menyebabkan penduduk kurang memahami teknik pertanian ramah lingkungan, sehingga terjadi kerusakan lingkungan meskipun jumlah penduduk tidak padat.


F. Kesimpulan

Kualitas kependudukan merupakan faktor penting dalam pembangunan dan kelestarian lingkungan. Penduduk yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera akan mampu menjaga lingkungan serta mendorong pembangunan berkelanjutan.


H. Daftar Pustaka

  1. Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia. Jakarta: BPS.
  2. Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Pendidikan Indonesia. Jakarta: BPS.
  3. Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Kesehatan Indonesia. Jakarta: BPS.
  4. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Buku Teks Geografi SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Kemendikbudristek.
  5. Kementerian PPN/Bappenas. (2023). Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kependudukan. Jakarta: Bappenas.
  6. United Nations Development Programme (UNDP). (2023). Human Development Report. New York: UNDP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi masukan kepada kami!